Kamis, 23 Februari 2012

Pertandingan Orang Kristen

Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” (Ibrani 12.1)

Salah satu pertandingan publik yang begitu terkenal di zaman Paulus digunakan dalam ayat ini untuk mengilustrasikan pertandingan orang Kristen. Para peserta pertandingan itu mengikuti proses pelatihan yang menyakitkan, melatih diri dengan keras agar kekuatan fisik mereka bisa dalam kondisi yang paling diinginkan, lalu berjuang sepenuhnya untuk memenangkan hadiah yang tak tahan lama. Beberapa orang tidak pernah pulih dari efek-efeknya. Akibat ketegangan yang hebat itu, para peserta kadangkala terjatuh di tengah pertandingan, mulut dan hidungnya berdarah. Yang lain menghembuskan napas terakhirnya, sebuah kesedihan yang dibayar dengan begitu mahalnya.

Paulus membandingkan para pengikut Kristus dengan para peserta dalam sebuah perlombaan. "Sekarang," kata sang rasul, "mereka melakukannya untuk memperoleh hadiah yang dapat dibeli; tetapi kita memperoleh yang tak dapat dibeli." Di sini Paulus memberikan satu perbedaan mencolok, untuk mempermalukan upaya-upaya lemah orang-orang yang mengaku Kristen namun menolak menempatkan diri mereka dalam penyangkalan diri dan tak sikap bersabar, dengan maksud mereka akan berhasil menang. Semua yang masuk dalam daftar permainan itu disemangati dengan harapan mendapat hadiah bila mereka berhasil.

Demikian pula ada hadiah bagi orang-orang Kristen, hadiah karena setia sampai akhir pertandingan. Jika hadiah itu dimenangkan, kesejahteraan masa depan mereka terjamin; kemuliaan kekal yang berkelimpahan disediakan bagi para pemenangnya.... Dalam pertandingan itu, hadiah kehormatan kekal ditaruh di hadapan para peserta, dan segenap mata akan tertuju pada hadiah itu, dan mereka akan terilhami dengan semangat baru. Jadi tujuan surgawi dihadirkan dalam pandangan orang-orang Kristen adalah agar bisa mendapat pengaruh yang mengilhami semua dengan semangat dan keinginan yang kuat....

Semuanya berlari dalam pertandingan itu, tetapi hanya satu yang menerima hadiah.... Tidak demikian dengan pertandingan Kristen. Tidak akan ada yang gagal jika memang sungguh-sungguh dan tekun. Pertandingan itu bukan untuk yang tangkas berlari, bukan juga perjuangan untuk yang kuat. Yang paling lemah dan paling kuat dapat memperoleh mahkota kemuliaan kekal, jika mereka sepenuhnya dalam kesungguh-sungguhan dan rela menderita dan kehilangan demi Kristus. — Review and Herald, 1 8 Oktober 1881.

Mengasihi YESUS


"Dari  apa yang telah ditunjukkan kepada saya, para pemelihara hari Sabat semakin mementingkan diri sendiri sementara mereka semakin kaya.  Berkurang kasihnya bagi Kristus dan bagi umatNya.  Mereka tidak melihat kebutuhan orang yang miskin dan penderitaan, mereka mengabaikan Kristus dan dalam menghilangkan kebutuhan dan penderitaan orang miskin sedapat mungkin, mereka melayani Kristus Yesus.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya, sebab ketika aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang; kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.  Lalu merekapun menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara, dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.  Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.  Matius 25: 41-46.

Di sini Yesus menggabungkan diriNya dengan umatNya yang sedang menderita.  Akulah dia yang lapar dan haus.  Akulah dia orang asing itu.  Akulah dia yang telanjang.  Akulah dia yang sakit.  Akulah dia yang ada dalam penjara.  Ketika engkau menyantap makanan mewah di atas meja makan, Aku sedang sekarat mau mati dalam gubuk atau jalanan tidak jauh darimu.  Bilamana engkau menutup pintu untuk Aku, ketika kosong kamarmu yang lengkap, aku tidak tahu mau dimana meletakkan kepalaku.  Lemari pakaianmu penuh dengan persediaan pakaian ganti dan sarana ini tidak perlu dibuang, yang sebenarnya engkau bisa berikan kepada orang yang berkekurangan.  Itu adalah kemelaratan pakaian yang menyenangkan.  Sementara engkau menikmati kesehatan, saya sakit.  Nasib sial membuang Aku ke penjara dan mengikat Aku dengan rantai, menundukkan semangatku, menghalangi kebebasan dan pengharapanKu, sementara engkau mengembara dengan bebas.  Betapa erat kesatuan yang digambarkan Yesus disini yang terjalin antara diriNya dengan umatNya yang sedang  menderita! Dia menjadikan kasus mereka menjadi milikNya.  Dia memperkenalkan diriNya dalam pribadi penderita itu.  Hei Markus, orang Kristen yang mementingkan diri sendiri: setiap pengabaian terhadap orang miskin yang berkekurangan, anak yatim piatu, yang tidak punya ayah, adalah mengabaikan Yesus secara pribadi.

Saya mengenal baik orang-orang yang berprofesi tinggi, yang hatinya begitu tertawa dalam mengasihi diri dan sifat mementingkan diri sehingga mereka tidak dapat menghargai apa yang sedang saya tulis.  Mereka memiliki pemikiran kehidupan dan hidup hanya untuk diri sendiri.  Berkorban melakukan yang baik kepada orang lain, melakukan yang baik kepada orang lain, merugikan diri sendiri untuk menguntungkan orang lain, itu tidak masuk akal mereka.  Mereka tidak mempunyai pemikiran sedikitpun tentang apa yang dikehendaki Allah dari mereka.  Diri adalah ilah mereka.  Minggu, bulan dan tahun-tahun yang berharga berlalu ke dalam kekekalan, tetapi mereka tidak mempunyai catatan di sorga tentang perlakuan kasih, tentang pengorbanan untuk orang lain, tentang memberi makan orang yang kelaparan, memberi pakaian kepada orang telanjang, atau menjamu orang asing.  Menjamu orang asing secara spekulasi itu tidak disetujui.  Sekiranya mereka tahu bahwa semua yang berusaha membagikan kelimpahan adalah orang berjasa, kemudian mereka akan tergoda melakukan sesuatu dalam jurusan ini.  Tetapi ada keuntungan berspekulasi tentang sesuatu.  Kesempatan kalau kita menjamu malaikat. Sda, Vol. 2, pp. 24-26.

Berbalik dari berhala-berhala

Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga” (1 Tesalonika 1:9, 10).
Gereja yang hidup adalah gereja yang bekerja. Kekristenan praktis akan mengembangkan para pekerja yang bersungguh-sungguh bagi kemajuan perkara kebenaran.... Kita rindu melihat tabiat Kristen sejati diperlihatkan dalam gereja. Kita rindu melihat para anggotanya bebas dari roh yang tidak baik; dan kita dengan sungguh-sungguh menginginkan agar mereka dapat menyadari panggilan mereka di dalam Kristus Yesus. Beberapa yang mengakui Kristus sedang mengupayakan diri sepenuhnya untuk hidup dan berbuat sehingga keyakinan keagamaan mereka menunjukkan nilai moral kepada masyarakat. Tetapi ada banyak orang yang merasa tidak bertanggung jawab bahkan untuk memelihara jiwa mereka sendiri sekalipun dalam kasih Allah, dan yang bukannya memberkati orang lain dengan pengaruh mereka, tetapi justru menjadi beban kepada mereka yang akan bekerja dan berjaga dan berdoa....
Mereka yang sedang berusaha dalam kerendahan hati untuk mengangkat kebenaran Kristus oleh perilaku mereka yang baik dilambangkan oleh firman Allah sebagai emas murni, sementara kelompok yang pemikiran utamanya adalah memamerkan diri sendiri bagaikan gong yang bunyinya nyaring dan canang yang bergemerincing....
Kita meminta mereka yang memiliki hubungan dengan Allah untuk berdoa dengan bersungguh-sungguh dalam iman, dan tidak berhenti di sini, tetapi terus bekerja dan berdoa, memohon penyucian gereja. Zaman sekarang memerlukan pria dan wanita dengan tujuan yang pasti, mereka yang tidak akan dibentuk oleh pengaruh-pengaruh yang tidak suci mana pun....
Tidak ada laki-laki atau perempuan yang dapat berhasil dalam pelayanan Allah tanpa menaruh seluruh jiwa di dalam pekerjaan itu. Mereka yang masih suka menyisakan sesuatu, yang tidak mau menyerahkan segala sesuatu yang mereka miliki, tidak dapat menjadi murid-murid Kristus; apalagi menjadi para pekerja-Nya. Pengabdian harus seutuhnya....
Yesus telah menyiapkan istana bagi mereka yang menantikan kedatangan-Nya. Di sana mereka akan bertemu para malaikat suci dan umat tebusan dan akan bergabung dalam nyanyian pujian dan kemenangan. Di sana kasih Juruselamat mengelilingi umat-Nya, dan kota Allah disinari cahaya wajah-Nya—kota dengan dinding yang besar dan tinggi, dihiasi segala macam batu berharga, gerbangnya terbuat dari permata, dan jalannya terbuat dari emas murni, seperti kaca yang tembus pandang. —Review and Herald, 3 Juni 1880.

Anak-Anak Terang

Bacalah Yesaya 58, hai kamu yang mengaku anak-anak terang. Apalagi jika kamu baca dan baca lagi yang merasa begitu enggan mengganggu dirimu dengan melayani yang berkekurangan. Anda yang hatinya dan rumahnya terlalu sempit untuk merumahkan yang tidak mempunyai rumah, bacalah itu; anda yang bisa melihat yatim-piatu dan janda-janda tertekan oleh tangan besi kemiskinan dan menunduk berkeras hati karena keduniawian, bacalah itu. Takutlah anda bahwa satu pengaruh diperkenankan ke dalam keluargamu yang menuntut anda lebih berusaha? Bacalah itu! Rasa takutmu barangkali tidak beralasan, dan akan datang sebuah berkat, dikenal dan disadari oleh anda setiap hari. Tetapi jika sebaliknya yang terjadi, jika diperlukan usaha tambahan, anda bisa beralih kepada seorang yang sudah berjani: “Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih segera.” Mazmur 58:8.

Sebabnya mengapa umat Allah tidak memikirkan lebih banyak tentang kerohanian, dan tidak memiliki lebih banyak iman, sebagaimana ditunjukkan kepada saya, ialah karena mereka dipersempit pikirannya dengan kekikiran. Nabi itu berbicara kepada para pemelihara Sabat, bukan orang-orang berdosa, bukan orang-orang yang tidak percaya, tetapi mereka yang berpura-pura saleh. Bukanlah jumlah besarnya pertemuanmu yang diterima Allah, bukanlah jumlah doa yang tidak terhitung jumlahnya, tetapi perbuatan yang besar dan hal-hal yang benar dilakukan pada waktu yang tepat. Adalah tindakan yang lebih sedikit mempedulikan diri dan lebih banyak beramal yang diterima Tuhan, jiwa kita harus berkembang. Lalu Allah akan menjadikannya seperti kebun yang disiram dengan air, dan airnya tak pernah kering. 2T 35,36.
“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” Yakobus 1:27
Seluruh pasal lima puluh delapan buku Yesaya harus dianggap sebagai satu pekabaran untuk zaman ini, yang akan disampaikan berulang kali. Special Testimonies, B2 p.5.

Apakah yang dikatakan Tuhan dalam pasal lima puluh delapan buku Yesaya? Seluruh pasal itu termasuk kepentingan tertinggi. 8T 159.

Saya sudah diperintahkan untuk mengajak umat kita supaya membaca pasal lima puluh delapan buku Yesaya. Bacalah pasal ini dengan teliti dan pahamilah jenis pekabaran yang membawa kehidupan ke dalam gereja-gereja. Pekerjaan penginjilan dilakukan dengan kebebasan kita begitu juga dengan usaha kita. Bilamana anda bertemu dengan jiwa yang sedang menderita, berikanlah itu kepada mereka. Bilamana anda mendapatkan mereka yang lapar, berilah makanan mereka. Dalam melakukan hal ini, anda akan bekerja sejalan dengan pelayanan penginjilan Kristus. Pekerjaan Guru adalah satu tugas suci yang penuh kebajikan. Biarlah anggota kita dimana saja didorong untuk mengambil bagian di dalamnya. Manuscript 7, 1908.

Silahkan baca Yesaya 58 (mulai ayat 5) “Sungguh-sungguh inikah puasa yagn Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kau sebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan? Bukan! Berpuasa yang kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan akan berkata: “Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan  tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan akan menuntun engkau senantiasa, dan akan memuaskan harimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”

Inilah tugas khusus di hadapan kita. Semua doa dan pertarakan makanan akan tidak berarti kecuali kita menangani pekerjaan ini dengan betul. Kewajiban suci berada di pangkuan kita. Tugas kita dijelaskan dengan terang. Tuhan berbicara kepada kita melalui nabiNya. Pemikiran tentang Tuhan dan jalan-jalanNya bukanlah kepercayaan buta yang mementingkan diri sebagaimana kita percayai atau inginkan. Tuhan memandang hati. Kalau ada di sana sifat mementingkan diri, Dia mengetahuinya. Boleh saja kita menyembunyikan tabiat kita yang sebenarnya dari saudara-saudara kita laki-laki dan perempuan, tetapi Tuhan tahu. Tak ada yang dapat disembunyikan dari hadapanNya.

Diterangkan tentang jenis puasa yang bagaimana yang dapat diterima Allah. Itu adalah membagikan roti kepada yang lapar, dan membawa ke rumah anda, orang miskin yang terbuang. Janganlah menunggu mereka datang kepadamu. Pekejaan itu tidak terletak pada mereka untuk mengejar anda dan memperlakukan anda serumah dengan mereka. Andalah yang mencari mereka dan membawa mereka ke dalam rumahmu. Anda menjaring jiwamu dengan mereka. Dengan satu tangan menjangkau ke atas oleh iman memegang tangan perkasa yang membawa keselamatan, dan dengan tangan kasih yang satu lagi anda menjangkau yang tertekan dan membebaskan mereka. Tidak mungkin bagi anda memegang tangan Allah dengan satu tangan sementara tangan yang lain digunakan melayani kesenangan anda sendiri.

Jika anda melakukan pekerjaan kemurahan dan kasih, apakah pekerjaan itu ternyata terlalu sukar bagimu? Akankah anda gagal dan remuk di bawah beban, dan keluargamu kehilangan pertolongan dan pengaruhmu? Oh, tidak; dengan hati-hati Allah telah membuang segala keragu-raguan dalam masalah ini, dengan satu perjanjian bagimu tentang keadaan penurutanmu. Janji ini menutupi semua yang sulit, yang paling mengganggu, dapat mendambakan. “Pada waktu itulah terangmu akan merkah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera.” Percaya saja bahwa Dia yang telah berjanji itu adalah setia, Allah membaharui kekuatan fisik. Dan lebih lagi, Dia mengatakan bahwa Ia akan melakukannya. “Kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu.” Allah akan membangun benteng pertahanan di sekitarmu. Janji itu tidak berhenti di situ. “Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan menjawab: “Ini Aku! Jika anda menghentikan tekanan dan membuang kata-kata kesombongan, dan jika engkau mendekatkan jiwamu kepada yang lapar, “maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari; dan Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau seperti taman yang diairi dengan baik, dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” 2T 33-35.

Pekerjaan yang ditentukan dalam kata-kata ini (Yesaya 58) adalah pekerjaan yang diharuskan bagi umatNya untuk dilakukan. Itu adalah satu pekerjaan yang ditunjuk Allah sendiri. Pekerjaan yang menyokong hukum-hukum Allah dan membetulkan pelanggaran yang sudah dilakukan terhadap hukum Allah, kita membaurkan rasa terharu dengan penderitaan umat manusia. Kita menunjukkan kasih tertinggi kepada Allah, kita meninggikan peringatanNya yang telah diinjak-injak oleh kaki-kaki yang tidak suci, dan dengan ini kita menyatakan kemurahan, kebajikan, dan rasa kasihan yang paling lembut bagi bangsa yang sudah berdosa. “Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.” Sebagai satu umat kita harus memikul tugas ini. Kasih yang dinyatakan bagi umat manusia menderita memberikan arti dan kuasa kepada kebenaran. Sp. T, SA, no.10. pp.34.

Hanya dengan keinginan yang tidak mementingkan diri sendiri pada diri orang yang membutuhkan pertolongan yang memungkinkan kita untuk memberikan demonstrasi praktis dari kebenaran-kebenaran injil, “jika saudaramu laki-laki dan perempuan telanjang dan kekurangan makana n sehari-hari, dan salah seorang dari kamu mengatakan, Pergilah dalam damai, hangatkan tubuhmu, dan kenyanglah; walaupun kamu tidak memberikan apa-apa kepada mereka bahkan yang perlu untuk tubuh; apakah keuntungannya? Begitu pula iman, kalau tidak, itu sudah mati sendirian.” “ Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13)

Lebih penting dari sekedar mengkhotbahi ialah yang termasuk dalam mengkhotbahkan injil.  Yang dungu diringankan; yang kecil hati diangkat; yang sakit disembuhkan.  Suara manusia mengambil peranan dalam pekerjaan Allah.  Kata-kata yang lembut, rasa simpati dan kasih adalah untuk menyaksikan kebenaran.  Doa yang sungguh-sungguh, yang keluar dari hati sanubari, adalah untuk mendekatkan malaikat, …

Tuhan akan memberimu sukses dalam pekerjaan ini; … itu terjalin dengan hidup yang praktis, kalau dihidupkan dan dipraktekan.  Persatuan pekerjaan Kekristenan untuk tubuh dan pekerjaan Kekristenan untuk jiwa adalah penafsiran injil yang benar.  RH, March 4, 1902

Saya tidak meragukan para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan sebagaimana digariskan dalam Yesaya 58.  pasal ini tegas, dan cukup meringankan seseorang yang ingin melakukan kehendak Allah.  Ada banyak kesempatan bagi setiap orang menjadi berkat bagi umat manusia.  Pekabaran malaikat yang ketiga tidak diberikan sebagai cadangan dalam pekerjaan ini, tetapi itu adalah satu dengannya.  Barangkali ada, ya memang ada, suatu bahaya dari menguburkan prinsip-prinsip agung kebenaran apabila melakukan pekerjaan yang benar dikerjakan.  Pekerjaan ini menjadi pekerjaan seperti apa tangan itu dengan tubuh.  Kepentingan rohaniah dari jiwa harus dijaga tetap menonjol.—Letter 24,

Saya tak dapat mendorong terlalu keras semua anggota gereja kita, semua yang benar-benar misionari sejati, semua yang tidak menginjak-injak hukum hari Sabat, memperhatikan pekabaran dari pasal kelima puluh delapan buku Yesaya.  Pekerjaan yang menguntungkan yang dikaitkan dengan pasal ini ialah pekerjaan yang Allah tuntut dari umatNya agar dilakukan pada saat ini.  Itu adalah pekerjaan yang ditunjukNya sendiri.  Kita tidak dibiarkan meragukanNya ke mana pekabaran itu digunakan, dan waktu penggenapannya yang mengagumkan, karena kita membacanya: “Engkau akan membangun keruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan membaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.  Engkau akan disebutkan ‘yang membaiki tembok yang tembus’ dan ‘yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni.’ (ayat 12).  Tanda Peringatan Allah, Sabat hari ketujuh, tanda pekerjaanNya dalam menciptakan dunia, sudah diganti oleh orang berdosa.  Umat Allah mempunyai satu pekerjaan khusus untuk dilaksanakan dalam memperbaiki tembok yang tembus yang sudah dibuat dalam hukumNya; dan semakin dekat kita ke akhir zaman, semakin mendesak pekerjaan itu.  Semua yang mengasihi Allah kan menunjukan bahwa mereka memegang tanda itu dengan memelihara hukum-hukumNya.…

Bilamana gereja menerima pekerjaan yang sudah diserahkan Allah, janji itu ialah: “Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu.” GT 265-267.
 
Apakah agama murni itu? Kristus telah memberitahukan pada kita bahwa agama murni adalah perlakuan rasa kasihan, rasa simpati, dan kasih di dalam rumah tangga, dalam gereja dan dalam dunia ini.  Inilah jenis agama yang diajarkan kepada anak-anak, dan bahan yang asli.  Ajarlah mereka agar jangan memusatkan pikiran pada diri mereka sendiri, tetapi apa saja yang dibutuhkan oleh manusia yang sadang menderita, ada ladang pekerjaan misionari. RH, Nov. 12, 1895.
Agama murni yang tidak tercemar di hadapan Bapa ialah ini: “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1:27).  Perbuatan yang baik adalah buah yang dituntut Kristus dari kita: Kata-kata yang manis, perbuatan kebajikan, sikap lemah lembut bagi orang miskin, yang berkekurangan dan yang dirundung malang.  Apabila hati merasa simpati dengan hati yang dibebani dengan kekecewaan dan kesusahan, apabila tangan membagikan sesuatu kepada yang berkekurangan, apabila diberi pakaian kepada yang telanjang, orang asing diundang duduk di pelataranmu dan mendapat tempat dihatimu, malaikat datang mendekat, dan saluran jawaban ditanggapi di sorga. 2T 25.

Kamis, 16 Februari 2012

PELAJARAN DARI KEHIDUPAN YUNUS


KHOTBAH: JANGKAUAN KELUAR PERORANGAN
TOPIK: PELAJARAN DARI KEHIDUPAN YUNUS
Jonathan Kuntaraf, Direktur SS/PP General Conference
(Bahan Khotbah tgl. 4 Februari 2011 untuk seluruh UIKB)

I.              PENDAHULUAN
Alkisah sebuah cerita tentang dua orang yang memperbincangkan tentang Yunus, yang mempertanyakan bagaimaan Yunus dapat bertahan hidup selama tiga hari di dalam perut ikan.
“Itu tidaklah mungkin,” yang satu berkata.
Temannya yang adalah orang Kristen menjawab. “Saya bisa bertanya kepada Yunus di surga.”
Si Peragu bertanya, “Bagaimana kalau ia tidak berada di surga?”
Temannya yang Kristen berkata, “Maka, engkau dapat bertanya kepadanya di neraka.”

II.                PANGGILAN UNTUK JANGKAUAN PERORANGAN
Sementara kita menggalakkan inisiatif “Beritakan pada Dunia” (Tell the World), jangkauan perseorangan begitu penting; kehidupan dari jemaat bergantung pada kesetiaannya dalam memenuhi penugasan Injil. Dalam pandangan terhadap hal ini, kita akan mempelajari tentang kehidupan Yunus. Setiap orang pernah mendengarkan cerita tentang Yunus, seorang pria yang melarikan diri dari Allah dan berakhir di dalam perut ikan besar. Setelah pertobatannya, Yunus memutuskan untuk mengikuti suara Tuhan; ia berkhotbah di kota besar, Ninewe. Ia adalah seorang evangelist yang besar yang pekabarannya dari Allah menobatkan seluruh isi kota. Kita dapat menyimpulkan pelajaran ini sebagai berikut:

A.    Resiko Melarikan Diri dari Tuhan
1.        Alkitab berkata, “Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN” (Yunus 1:3). Sebagaimana yang dapat kita lihat, ia pergi ke Yofa dan ia dilemparkan ke lautan dan dia telah masuk ke dalam perut ikan.
2.        Turun Mental : Orang-orang yang melarikan diri dari hadapan Tuhan selalu memiliki pengalaman “turun”. Ini mencakup “turun secara emosional,” merasa sedih karena melarikan diri dari Allah. Pengalaman ini bisa jadi merupakan hasil dari hilangnya kedamaian pikiran. Sementara Alkitab berkata bahwa, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMu-lah ia percaya” (Yesaya 26:3), orang-orang yang lari dari Tuhan tidak memiliki kedamaian. Adalah sulit untuk menjadi bahagia ketika kita dipisahkan dari Allah. Ia adalah sumber sukacita, sumber kebahagiaan. Lari dari Allah berarti lari dari sumber kebahagiaan, sukacita, dan kedamaian pikiran. Jika kita lari dari Dia, kita akan memiliki begitu banyak pengalaman “turun.”
3.        Secara Fisik, Menurun: Tuhan adalah Allah atas kesehatan. Ia memiliki rencana bagi masing-masing kita untuk bagaimana kita dapat hidup dan memiliki kesehatan yang baik. Ketika kita mengikuti resep-Nya, kita akan lebih sehat secara fisik, tetapi ketika kita mengabaikan perintah-Nya, kita dapat mengalami sebuah kemunduran dalam hal kesehatan fisik. Ingatlah janji-Nya kepada bangsa Israel, yang sekarang masih berlaku kepada masing-masing kita: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau” (Keluaran 15:26). Kita dapat melihat orang-orang yang tidak mengikuti anjuran-Nya untuk gaya hidup yang sehat. Kehidupan mereka seringkali menyedihkan karena kondisi kesehatan mereka semakin miskin dan semakin miskin. Kita seharusnya tidak lari dari Allah.
4.        Menurun secara Kerohanian: Ini adalah sebuah perasaan hampa tanpa kehadiran-Nya. Sebagai makhluk Tuhan, kita semua dapat menemukan sukacita dan kebahagiaan dalam hadirat-Nya. Tetapi melarikan diri dari Allah akan mendatangkan lebih banyak lagi “pengalaman-menurun.” Ingat cerita Adam dan Hawa ketika mereka tidak mematuhi perintah Allah: “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (Kejadian 3:8). Kita begitu mengenal cerita ini. Hasilnya bagi mereka adalah pengalaman yang sangat pahit. Mereka sekarang takut menghadapi Allah. Awalnya mereka mengalami sukacita akan hadirat-Nya, tetapi setelah mereka tidak mematuhi Dia, mereka mencoba bersembunyi dari Allah karena mereka malu dan tidak dapat bertahan di hadirat-Nya. Banyak orang yang telah menderita karena perasaan bersalah, dan mereka tidak lagi mengalami Sukacita. Betapa sebuah harga yang mahal dari sebuah pelarian dari Allah.
5.        Menurun secara sosial: Orang-orang yang lari dari Allah menghindari persekutuan Kristiani, yang juga berarti melarikan diri dari dukungan sosial. Persekutuan Kristen adalah sebuah karakteristik Kekristenan. Ada 75 ayat Alkitab dalam Perjanjian Baru yang berbicara tentang karakteristik ini. Beberapa di antaranya adalah:
·         Mengasihi satu sama lain (Yoh. 13:35)
·         Mengampuni satu sama lain (Kol. 3:13)
·         Menerima satu sama lain (Rom. 15:7)
·         Berdoa satu sama lain (Yak. 5:16)
·         Menghibur satu sama lain (1 Tes. 4:18)
·         Bersekutu satu sama lain (1 Yoh. 1:7)
·         Baik terhadap satu sama lain (Ef. 4:32)
·         Berbelas kasihan satu sama lain (1 Pet. 3:8)
·         Ramah terhadap satu sama lain (1 Pet. 4:9)
6.        Melarikan diri dari Allah berarti melarikan diri dari pengalaman indah akan persekutuan Kristiani. Hal ini menghasilkan kesepian, kekecewaan, dan keputusasaan. Kita seharusnya tidak lari dari Allah.

B.     Tuhan mendengarkan doa-doa kita.
1.        Tetapi saya memiliki kabar baik untuk anda. Mengesampingkan segala kelemahan anda, Allah kita masihlah Allah yang baik, Ia baik setiap saat. Dalam kebajikanNya, Ia masih berkeinginan untuk mendengarkan masing-masing kita, Ia adalah Allah kita yang peduli terhadap masing-masing kita, dan Ia masih mendengarkan doa kita.
2.        Yunus berdoa di dalam perut Ikan dan Allah mendengarkan doanya. Tidak peduli di mana kita berada, Kita dapat selalu berdoa kepada Dia. Kita dapat berdoa kepada Dia di mobil, di rumah, dan di toilet. Kita dapat berdoa kepada Dia dimanapun itu dan Allah kita mendengarkan kita.
3.        Yunus berdoa pada masa kesukaran. Ia menderita di dalam perut ikan; ia kelaparan. Dan ia berseru kepada Allah.
4.        Beberapa orang menunggu untuk berdoa hingga pada saat menderita, hingga masa kesukaran. Ia memandang kepada kita dengan belas kasihan dan simpati untuk meringankan beban kita. Tetapi kita tidak seharusnya menanti hingga waktu menderita untuk berdoa kepada Allah. Ada begitu banyak berkat yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari kita dimana kita perlu untuk memuji Allah. Kita perlu untuk berdoa kepada-Nya untuk menyembah Dia karena Dia adalah Pencipta kita, Juruselamat kita, dan Penebus kita! Kita perlu untuk berdoa dengan mengucap syukur kepada-Nya atas berkat-berkat yang kita nikmati hari demi hari. Tetapi Dia juga adalah Allah kita yang mendengarkan tangisan kita. Ia siap untuk menghiburkan kita.
5.        Ketika Allah mendengarkan doa-doa kita, Ia juga menjawabnya. Ia mendengarkan doa Yunus, dan Yunus dibebaskan dari perut ikan.

C.    Alam patuh kepada Allah.
1.        “Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur” (Yunus 1:4). Allah memerintahkan angin, dan angin pun menuruti Dia.
2.        “Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus” (ayat 17). Allah memberikan perintah kepada ikan dan ikan pun menelan Yunus.
3.        “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat” (2:10). Lagi, ikan tersebut mematuhi perintah Allah.
4.        Yesus menghardik angin, “Diam! Tenanglah!” (Markus 4:39), dan angin itu pun tenang. Alam, pada masa Perjanjian Lama, dan pada masa Perjanjian Baru, mematuhi perintah-Nya.
5.        Apakah kita mematuhi perintahNya? Ketika Allah berkata, “Pergilah, jadikan semua bangsa muridKu,” apakah kita mendengarkan perintah-Nya? Ketika Yesus berkata, “Aku akan menjadikan engkau penjala manusia,” apakah kita mengikuti perintahNya? Kita seharusnya tidak lari dari hadapan Allah. Jika makhluk lain mengikuti Dia, mengapa kita tidak?

D.    Allah memberikan kepada kita kesempatan kedua.
1.        Ada kabar baik! Allah memberikan kesempatan kedua kepada Yunus! Dan Ia dapat melakukan hal yang sama kepada kita, sehingga kita dapat menjadi lebih tanggap terhadap perintah-Nya. Setelah pertobatannya, Yunus diberikan kesempatan kedua; ia sanggup mengkhotbahkan khotbah penghakiman. Ia berkhotbah untuk pertobatan seluruh kota, dan ia berhasil. Khotbahnya diterima dengan baik oleh orang-orang. Orang-orang siap untuk dituai. Ada sebuah pertobatan massal.
2.        Allah dapat menggunakan Yunus, mengesampingkan semua kelemahannya. Setiap orang di Ninewe bertobat. Yunus adalah seorang penginjil yang sukses. Nuh harus berkhotbah selama 120 tahun, dengan hanya ada delapan pertobatan, termasuk keluarganya; Yunus sanggup mengubahkan seluruh kota dengan sekitar 120,000 orang untuk bertobat dalam 40 hari. Itu adalah sebuah kesuksesan besar bagi seorang penginjil yang sebelumnya melarikan diri dari Allah.
3.        Cerita Alkitab berbicara tentang Allah yang memberikan kesempatan kedua kepada umat manusia. Ingat, Allah memberikan kesempatan kedua kepada Petrus. Meskipun Petrus menyangkal Dia tiga kali, Allah masih memberikan kesempatan kedua kepadanya: “Jika engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku.” Dan Petrus menjadi seorang pengkhotbah besar yang menobatkan 3,000 orang dalam satu hari. Siapa yang pernah berpikir bahwa ia adalah seseorang yang pernah menyangkal Yesus?
4.        Ingat cerita Yohanes yang disebut juga Markus yang telah mengecewakan Paulus. Paulus menolak untuk mengadakan perjalanan bersama dia? Adalah roh pemelihara dari Barnabas yang memberikan kesempatan kedua kepada Yohanes yang disebut juga Markus, dan dengan demikian kita mendapatkan injil Markus sekarang ini.
5.        Apakah kita lari dari Allah? Apakah kita telah lari dari perintah Allah untuk mengkhotbahkan injil? Ia masih dapat memberikan kesempatan kedua kepada kita. Tuhan dapat menggunakan kita sepanjang kita mau digunakan oleh Dia.
6.        Kelemahan-kelamahan kita yang lalu bukanlah masalah. Tuhan dapat menerima kita apa adanya dan memberikan kesempatan kedua kepada kita sehingga kita dapat melayani Dia sebagai saluran berkat bagi orang lain. Ia masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menjangkau orang-orang karena Ia tahu bahwa menolong orang lain juga berarti menolong diri kita sendiri.

E.     Banyak yang memikirkan reputasi lebih dari pada jiwa-jiwa.
1.        Yunus kecewa ketika ia tahu Ninewe tidak dihancurkan. Ia memikirkan reputasinya lebih daripada jiwa-jiwa yang berharga. Ia seharusnya merasa senang bahwa orang-orang Ninewe telah bertobat.
2.        Apakah mungkin bahwa kita lebih memikirkan reputasi kita daripada jiwa-jiwa yang berharga? Apa motif kita mengadakan kebangunan kerohania-an? Apa motif kita menjangkau orang lain?
3.        Beberapa orang mengadakan jangkauan perorangan karena pekerjaan mereka menuntut hal tersebut. Beberapa yang lain terlibat karena mereka mengharapkan pujian dari orang lain. Beberapa mengadakan pertemuan penginjilan agar dikenal sebagai penginjil yang sukses.
4.        Kita perlu memeriksa motif-motif kita. Apakah kita terlibat dalam jangkauan keluar karena keuntungan pribadi, atau karena kita mengasihi Yesus? “Tidak ada yang lebih cepat dari satu orang yang ditobatkan daripada lahirnya dalam dirinya sebuah kerinduan untuk membiarkan orang lain tahu betapa berharganya sahabat yang ia temukan dalam Yesus. Kebenaran yang menyelamatkan dan menyucikan dapat di simpan di dalam hatinya.”[1] Ketika kita mengasihi Yesus, kita senantiasa hendak membagikan Dia kepada orang lain.

F.     Allah adalah Kasih.
1.        Ia mengasihi Ninewe, kota kafir dan untuk alasan itulah ia meminta Yunus untuk pergi ke Ninewe.
2.        Ia mengasihi Yunus secara pribadi. Untuk alasan itu, Ia membuat Yunus mengalami kesulitan, sehingga Yunus dapat kembali pada jalurnya kembali. Betapa sering Allah membiarkan kita menghadapi kesukaran sehingga kita dapat kembali kepada tuntunan-Nya.
3.        Ia mencoba untuk mengajar Yunus dengan memberikan ilustrasi tanaman dan seekor ulat. “Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Ninewe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh dua ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?” (Yunus 4:11).
4.        Allah mengasihi Ninewe. Allah mengasihi kita semua. Dalam keadaan apapun, Allah mengasihi Sao Paulo dan London dan Manila, dan Ia mengutus kita ke kota-kota ini untuk menjadi saksi kepada mereka.
5.        Allah mengasihi orang-orang di Timur Tengah, Korea Utara, Indonesia; dan Ia ingin kita untuk mendoakan mereka.
6.        Allah mengasihi tetangga kita, sanak keluarga kita, lebih dari kasih kita, karena Dia adalah Pencipta mereka. Karena kasihNya, Ia ingin kita menjangkau mereka, untuk memperkenalkan Yesus kepada mereka, karena hanya dalam Yesus kita dapat menemukan sukacita sejati. Hanya di dalam Yesus kita dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan.

III.        KESIMPULAN
Pelajaran dari buku Yunus membawa kita kepada kesimpulan:
A.      Melarikan diri dari Allah membawa konsekuensi negatif. Kita akan mengalami “sebuah pengalaman akan kemunduran,” secara fisik, mental, rohani, dan secara sosial. Gantinya melarikan diri dari Allah, kita perlu untuk menjawab secara positif panggilanNya.
B.       Tuhan mendengarkan doa-doa kita! Kita perlu untuk lebih banyak berdoa bagi jiwa-jiwa. Apakah kita memiliki keluarga yang tidak mengenal Yesus? Apakah kita memiliki tetangga atau teman yang tidak berada dalam gereja? Kita perlu mendoakan jiwa-jiwa. Ellen G. White menuliskan: “Jika anggota jemaat hendak mempekerjakan kuasa pikiran yang mereka miliki, dengan usaha yang terarah dengan baik, dalam rencana yang matang dengan baik, mereka dapat melakukan seratus kali lipat lebih bagi Kristus dari yang sedang mereka lakukan sekarang. Jika mereka maju dengan doa yang bersungguh-sungguh, dengan kelembutan dan kerendahan hati, mencari secara pribadi untuk memberitahukan orang lain pengetahuan akan keselamatan, pekabaran tersebut dapat menjangkau penduduk dunia.”[2] Inilah yang akan terjadi jika kita berdoa. Hasilnya akan menjadi ratusan kali lipat! Kita perlu untuk lebih banyak mendoakan jiwa-jiwa!
C.       Jika alam mendengarkan Allah, apalagi umat manusia yang diciptakan dalam gambaran Allah seharusnya lebih mendengar Allah? Kita semua perlu mendengarkan perintahNya. Apapun yang Dia ingin kita lakukan, kita perlu untuk merespon dengan positif suaraNya, untuk terlibat dalam jangkauan perseorangan.
D.      Kami mengucap syukur atas kesempatan kedua yang telah diberikan Allah bagi masing-masing kita.
E.       Jawaban kita haruslah karena kasih kita kepada Allah; keterlibatan kita, karena ingin melihat lebih banyak jiwa lagi yang diselamatkan untuk kerajaan Allah.
F.        Karena kasih Allah kepada kita, sanak keluarga kita dan tetangga kita, kita pelru untuk mengasihi mereka juga. Ia ingin melihat semua orang diselamatkan. Adalah penting bagi kita untuk menjangkau mereka. Karena kasihNya, Ia ingin kita terlibat dalam kegiatan jangkauan keluar untuk memberikan keuntungan bagi orang lain, dan juga bagi diri kita sendiri. “Allah dapat saja menjangkau sasaranNya dalam menyelamatkan orang berdosa tanpa bantuan kita; tetapi agar kita dapat mengembangkan karakter seperti Kristus, kita haruslah membagikan pekerjaanNya. Untuk memasuki sukacita-Nya – sukacita dari melihat jiwa-jiwa yang ditebus oleh pengorbananNya – kita harus berpartisipasi dalam pekerjaanNya untuk penebusan mereka.”[3]
Sebuah karakter seperti Kristus adalah satu-satunya hal yang kita akan bawa ke surga. Dengan berbagi, kita dapat mengembangkan karakter serupa seperti Kristus dan menguntungkan bagi orang lain juga. Karena kasihNya, kita akan merespon dengan jangkauan keluar perorangan. Kiranya sukacita dari berbagi dengan orang lain menjadi pengalaman kita, bagi kemuliaan nama-Nya.


[1] The Desire of Ages, p. 141
[2] Review and Herald, April 11, 1893
[3][3] The Desire of Ages, p. 142

PEMURIDAN KELUARGA KEPADA KRISTUS : KELUARGA UNTUK KELUARGA


PEMURIDAN KELUARGA KEPADA KRISTUS :
KELUARGA UNTUK KELUARGA
oleh Barna Magyarosi - 50 Minutes

Saudara Membutuhkan: Sebuah slide Power Point dengan sebuah foto pribadi

Keluarga untuk Keluarga: Apa maksudnya?
Ø  Ini merupakan suatu proyek yang memperkuat keluarga-keluarga Advent dengan melibatkan mereka dalam bersaksi bagi orang lain.
Ø  Hal ini menyoroti pentingnya doa syafaat.
Ø  Hal ini dimaksudkan untuk menjadi gaya hidup setiap keluarga Advent
Ø  Ini ditujukan untuk membuat keluarga sebagai pusat kegiatan penginjilan di gereja-gereja kita. 
Ø  Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai kelompok umur mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Penglihatan
"Dalam penglihatan-penglihatan malam, beberapa gambaran lewat di hadapan Saya mengenai suatu gerakan reformasi besar di antara umat Allah. Banyak yang sedang memuji Allah. Orang sakit disembuhkan, dan mujizat lainnya dibuat. Suatu semangat pengantaraan terlihat, bahkan seperti yang ditunjukkan sebelum Hari Pentakosta yang besar itu. Ratusan dan ribuan orang terlihat mengunjungi keluarga-keluarga dan membuka firman Allah di hadapan mereka. Hati telah diyakinkan oleh kuasa Roh Kudus, dan semangat pertobatan sejati pun terwujud. Di setiap sisi, pintu-pintu dibiarkan terbuka untuk memberitakan kebenaran. Dunia tampaknya diterangi oleh pengaruh surgawi. Berkat-berkat besar diterima oleh umat-umat Allah yang benar dan rendah hati. Saya mendengar suara-suara ucapan syukur dan pujian, dan tampaknya ada reformasi seperti yang kita saksikan di tahun 1844." Testimonies, jld. 9, hal. 126.

Ini adalah pilihan lain untuk suatu ikhtisar slide dengan menggunakan transisi.

Dasarnya
  • "Dalam pekabaran malaikat yang pertama dan kedua, pekerjaan dilakukan dengan cara ini. Pria dan wanita bergerak mencari Kitab Suci, dan mereka meminta perhatian orang lain untuk pengungkapan kebenaran. Itu adalah pekerjaan secara pribadi bagi para individu dan keluarga yang memberikan pekabaran ini, keberhasilan mereka begitu indah." Evangelism, hal 435.

  • "Menunjukkan Kristus dalam keluarga, di dekat perapian, dan dalam pertemuan-pertemuan kecil di rumah-rumah pribadi, sering lebih berhasil dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus daripada khotbah-khotbah yang disampaikan di tempat terbuka, pada kerumunan yang ramai, atau bahkan di gedung-gedung maupun di gereja-gereja." Evangelism, hal 437.

  • "Di mana pun Saudara dapat memperoleh akses kepada orang-orang di dekat perapian, tingkatkan kesempatan Saudara. Ambillah Alkitab Saudara, dan bukakan di hadapan mereka kebenarannya yang agung. Keberhasilan Saudara tidak akan banyak bergantung pada pengetahuan dan prestasi Saudara, seperti pada kemampuan Saudara untuk menemukan cara Saudara kepada intinya." Evangelism, hal. 436 dan 437.

  • "Ada pekerjaan yang harus dilakukan dalam barisan yang belum dilakukan. Biarkan para pekerja Allah mengajarkan kebenaran dalam keluarga-keluarga, menggambar dekat dengan orang-orang untuk siapa mereka bekerja. Jika saja mereka bekerja sama dengan Allah, Dia akan memakaikan kepada mereka kekuatan spiritual. Kristus akan membimbing mereka dalam pekerjaan mereka, memasuki rumah-rumah bersama mereka, dan memberi mereka kata-kata untuk diucapkan yang akan masuk jauh ke dalam hati para pendengar. Roh Kudus akan membuka hati dan pikiran untuk menerima sinar yang datang dari sumber segala cahaya." Evangelism, hal 436.

Berikan suatu ikhtisar singkat dari presentasi. Jelaskan fokus utama dari presentasi tersebut dan mengapa itu penting. Perkenalkan tiap topik utama.

Untuk menyediakan sebuah peta jalan bagi hadirin, Saudara dapat mengulangi slide ikhtisar ini di seluruh presentasi, menyoroti topik tertentu yang akan Saudara diskusikan berikutnya.

Bagaimana cara kerjanya?
Tiga tahapan:  
1.       Persiapan;
2.       Persahabatan;
3.       Integrasi

September :
ü  Setiap keluarga memilih orang lain atau beberapa keluarga
ü  Formulir Pendaftaran
ü  Suatu hari khusus untuk doa dan puasa

Persiapan - Oktober :
ü  Doa syafaat
ü  Kebaktian khusus
ü  Khotbah khusus
ü  Meditasi selama 30 menit
ü  Memotivasi keluarga-keluarga untuk terlibat

Persahabatan: Nopember:
ü  Undangan makan
ü  Mengunjungi keluarga-keluarga
ü  Membagikan 4 brosur

Brosur-brosur :  Satu brosur per minggu

Desember:
ü  Undangan ke gereja: Hari “Sahabat Pengharapan”
ü  Undangan ke kelompok-kelompok studi kecil (dapat berhubungan dengan Natal atau Keluarga)

Doa syafaat berlanjut terus!!!

Integrasi
Semua departemen gereja tetap selaras, bersatu dan fokus pada tujuan yang sama:
ü  Pertemuan orang tua
ü  Seminar-seminar kehidupan keluarga
ü  Persiapan pra-nikah
ü  Program-program remaja
ü  Program Lajang
ü  Program Wanita

Untuk tujuan ini mereka akan merencanakan kegiatan-kegiatan yang terarah dengan mempertimbangkan kelompok umur para anggota keluarga. Semua acara yang diadakan sepanjang tahun termasuk dalam kalender gereja

Ini adalah pilihan lain untuk slide Ikhtisar.


Januari-Juli:
ü  Aktivitas-aktivitas yang berbeda di gereja setempat
ü  Penginjilan umum
ü  Pekan Doa Keluarga
ü  Aktivitas-aktivitas berdasarkan kelompok umur dan kelompok sosial tertentu
ü  Kelompok-kelompok studi Alkitab
ü  Hari Minggu khusus bagi keluarga
ü  Menggunakan hari-hari khusus Paskah untuk memperkuat hubungan
ü  Melibatkan keluarga-keluarga baru dalam proses yang sama

Yang dapat dilakukan:
  1. Semua keluarga di gereja berdoa untuk setidaknya satu keluarga
  2. Semua keluarga di gereja membuka diri kepada keluarga target dan mencari tahu apakah mereka memiliki permintaan doa khusus.
  3. Semua keluarga di gereja mengunjungi dan membagikan satu brosur per minggu
  4. Semua keluarga di gereja mengundang keluarga target untuk berbagi makanan di rumah mereka, dan juga menawarkan buku misionaris tahun bersangkutan dan mengundang mereka untuk menghadiri sebuah studi Minggu Natal istimewa dalam kelompok kecil
  5. Pada bulan-bulan yang tersisa tahun ini, departemen-departemen di gereja akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan utama dari keluarga sedangkan keluarga-keluarga pengantara menawarkan studi-studi Alkitab
  6. Para pemimpin Departemen dan pemimpin kelompok kecil bertemu secara teratur untuk memenuhi kebutuhan keluarga-keluarga ini, untuk mengevaluasi proyek dan untuk melakukan perubahan yang diperlukan.

Gunakan satu bagian judul untuk setiap topik, sehingga ada transisi yang jelas kepada hadirin.