Kamis, 23 Februari 2012

Memperkembang Tabiat Seperti TUHAN

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Galatia 5:22, 23).
 
Manusia bisa menjadi seperti yang mereka pilih. Karakter tidak diperoleh karena menerima pendidikan. Karakter tidak diperoleh karena mengumpulkan kekayaan atau memperoleh penghormatan dunia. Karakter tidak diperoleh karena mencoba menyuruh orang lain yang memperjuangkan hidup bagi kita. Itu harus dicari, diusahakan, diperjuangkan; dan diperlukan maksud, kemauan, dan tekad. Untuk membentuk sebuah karakter yang Allah akan setujui, memerlukan usaha tekun. Diperlukan penolakan terus-menerus terhadap kekuatan kegelapan untuk berdiri di bawah bendera bernoda darah dari Pangeran Imanuel, untuk disetujui di hari penghakiman, dan agar nama kita tersimpan dalam buku kehidupan. Bukankah lebih berharga bila ada nama kita dalam buku itu, mengabadikannya di tengah para malaikat surgawi, daripada nama yang dipuji-puji di seluruh dunia? Biarkan aku mengetahui bahwa Yesus tersenyum padaku; biarkan aku mengetahui bahwa Ia menyetujui perbuatanku dan jalanku, dan kemudian biarlah terjadi apa yang akan terjadi, biarlah penderitaan selalu besar, aku akan pulang ke tempatku dan bergembira di dalam Tuhan....
 
Kalau begitu biarlah cahayamu bersinar dalam perbuatan baik kepada mereka yang ada di sekitarmu. Kerahkan segenap kekuatanmu, dan dengan pengaruh Ilahi dan usaha yang sungguh-sungguh pancarkan terangnya....
 
Kita harus bekerja bagi Allah, yaitu bagi surga, dengan segenap kekuatan dan iman yang ada dalam diri kita. Jangan tertipu oleh hal-hal fana dalam kehidupan ini. Pikirkan kepentingan-kepentingan kekal. Aku menginginkan hubungan yang lebih dekat dengan Allah. Aku ingin menyanyikan lagu tebusan dalam kerajaan kemuliaan. Aku menginginkan mahkota kekal ditaruh di atas kepalaku. Dengan lidah kekal aku ingin menyanyikan pujian kepada Dia yang meninggalkan kemuliaan dan datang ke bumi untuk menyelamatkan mereka yang hilang. Aku ingin memuji Dia. Aku ingin membesarkan nama-Nya. Aku ingin memuliakan Dia. Aku menginginkan warisan kekal dan hakikat kekal. Dan apakah kerugianku bila kehilangan hal-hal dunia namun aku memperoleh surga pada akhirnya? Tetapi bila aku menuju surga, aku akan menolong sesamaku manusia; aku dapat memiliki pengaruh yang akan terus-menerus melawan gelombang kejahatan yang ada di dunia, dan menuntun jiwa-jiwa ke dalam bahtera keselamatan. —Review and Herald, 21 Desember 1886.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar