Kamis, 23 Februari 2012

Menambah dan Membuat semakin banyak

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita” (2 Petrus 1:2).
 
Kita tidak boleh mempercayai keyakinan kita, tetapi percaya dalam janji-janji Allah. Ketika kita bertobat dari pelanggaran-pelanggaran yang lalu terhadap hukum-Nya, dan berketetapan untuk menurut, kita harus percaya bahwa Allah menerima kita dan mengampuni dosa-dosa kita.
 
Kegelapan dan kekecewaan kadang kala akan datang ke atas jiwa dan mengancam untuk menakuti kita, tetapi kita tidak boleh meninggalkan keyakinan. Pandangan kita harus tertuju kepada Yesus, dengan perasaan atau tanpa perasaan. Kita harus berusaha dengan setia melakukan tugas, dan kemudian dengan tenang bersandar pada janji Allah....
 
Mungkin hari ini kita tidak merasakan damai dan sukacita yang kita rasakan kemarin, tetapi kita harus meraih tangan Kristus dengan iman, dan percaya pada Dia sepenuhnya walau dalam kegelapan sebagaimana dalam terang.
 
Setan mungkin berbisik, “Engkau seorang pendosa yang terlalu berat untuk diselamatkan Kristus.” Meskipun engkau mengetahui bahwa engkau memang penuh dosa dan tidak layak, namun engkau dapat berseru kepada si penggoda, “Oleh kebaikan penebusan, aku menyatakan Kristus sebagai Juruselamatku.”...
 
Jika kita mau mengizinkan pikiran kita tinggal pada Kristus, kita harus menemukan tekad yang kuat memperjuangkan peperangan Tuhan.... Ketika pikiran lama dibiarkan tinggal hanya pada hal-hal duniawi, akan sulit mengubah kebiasaan pikiran itu. Apa yang dilihat oleh mata dan didengar telinga, seringkali menarik perhatian dan menyerap minat. Tetapi kita akan memasuki kota Allah, dan memandang kepada Yesus dalam kemuliaan-Nya, kita harus terbiasa melihat Dia dengan mata iman di sini....
 
Penyucian adalah pekerjaan progresif. Langkah-langkah yang berturut-turut terhampar di hadapan kita dalam kata-kata Petrus: Berikan ketekunan, tambahkan iman pada kebajikan; dan pada kebajikan tambahkan pengetahuan; dan pada pengetahuan tambahkan pengendalian diri; dan pada pengendalian diri tambahkan kesabaran; dan pada kesabaran tambahkan kesalehan; dan pada kesalehan tambahkan kasih persaudaraan; pada kasih persaudaraan tambahkan kedermawanan.... Inilah jalan di mana kita bisa dijamin tidak akan gagal. Mereka yang bekerja dengan cara penambahan seperti itu dalam memperoleh kasih karunia Kristen, memiliki jaminan bahwa Allah akan bekerja atas rencana berkelimpahan itu dalam menganugerahkan karunia Roh-Nya. —Review and Herald, 15 Nov. 1887.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar